BELAJAR BERJIWA BESAR DAN MENGALAH

hatikuSumber : Multiply

Belajar untuk berjiwa besar dan mengalah itu adalah hal yang sulit bagi sebagian besar orang, apalagi seseorang itu sudah terbiasa memegang kendali atas segala sesuatu. Bagi orang – orang seperti itu mereka cendrung memiliki karakter a little bossy , egois dan tak pernah mau mengakui kesalahan.

Berjiwa besar kita bisa menunjukkan bahwa kita adalah manusia biasa yang tak pernah luput dari kelemahan dan kesalahan, belajar untuk mengakui kelemahan dan kesalahan kita, Berani menghadapi realita walaupun itu sangat memalukan bagi kita karena kondisi tertentu, memaafkan kesalahan orang lain, belajar dari kelemahan dan kesalahan itu sendiri serta tidak pernah menghakimi orang lain.

Sebagai manusia kita semua memiliki ego tetapi kita bisa belajar meminimalkan ego tersebut dengan berjiwa besar dan mengalah. Berjiwa besar dan mengalah bukan berarti kita kalah, tapi dari situ akan menunjukkan seberapa besar kedewasaan kita dalam bersikap. Mengalah juga bukan berarti kita lemah tapi dengan mengalah akan tercermin betapa besar kesabaran dan ketabahan kita dalam menjalani hidup ini. Dan hanya dengan kesabaran, ketekunan, ketabahan, berjiwa besar, kita mampu menjalani kehidupan ini dengan tenang.

Pernahkah kita berpikir dan merenungi buat apa kita adu otot dan memamerkan diri bila itu hanyalah untuk kebanggaan duniawi semata, apa yang kita dapat untuk kekayaan jiwa kita ? absolutly nothing……., yang ada hanyalah kepedihan dikala kebanggaan itu lenyap.

Kita semua memiliki kelemahan dan kekurangan disamping kelebihan yang kebetulan kita punyai, untuk memiliki jiwa besar itu tak mudah dan butuh proses serta waktu yang tak pernah ada habisnya……., dengan berjalannya waktu juga akan membuat kita semakin bijaksana bila kita mau merendahkan diri dan berjiwa besar hanya saja terkadang ego kita sebagai manusia sering kali memberontak untuk berbuat begitu.

Ego itu salah satu sifat yang harus kita kikis sedikit demi sedikit karena banyak sekali kerusakan yang ditimbulkan hanya karena kita ingin memuaskan ego kita. Ego dapat menjadikan kita manusia yang sombong, angkuh, mau menang sendiri, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, suka menyalahkan orang lain, membuat perasaan kita menjadi tumpul dan membutakan mata hati kita dan ego dapat menyeret kita kepada jurang kehancuran hidup kita.Kalau kita renungi lebih jauh betapa bahayanya bila kita hidup dalam ego yang tinggi dan kita tak menyadarinya. Apalagi dalam era kehidupan sekarang ini dimana rasa induvidualisme yang amat sangat tinggi dalam kehidupan kita sehari – hari. Mungkin setiap hari bahkan setiap jam kita dapat melihat sifat ego yang tinggi itu ada disekitar kita, entah itu dikantor , dijalanan dan dimana tempat kita beraktifitas.

Hanya dengan terus belajar berjiwa besar dan saling mengalahlah kita dapat mengatasi ego tersebut dan bisa hidup dengan hati yang damai.

About these ads

5 Komentar (+add yours?)

  1. Mitra Alfariz
    Mar 30, 2009 @ 03:49:30

    Yup, berjiwa besar. Sepertinya di Indonesia perlu digalakkan lagi sikap berjiwa besar, terutama di lingkungan pendidikan dan perkantoran. Banyaknya kerusuhan, konflik, maupun perdebatan banyak diakibatkan oleh minimnya kepribadian seseorang yang berjiwa besar. Terima kasih atas infonya, bacaannya menarik.

  2. Ayu
    Feb 04, 2011 @ 12:19:21

    Tp gimana halnya kLo kita udah mengalah tapi gak seDikitpun d hargai.apa kita harus tetap seperti itU Terus mencobA mengimbAngI Sifat buruk mereka.agar perSahaBatan tdk hancur?

  3. Lena Lase
    Feb 04, 2011 @ 16:05:49

    Menghargai tepat waktunya mungkin akan lebih dihargai kali ya…..soalnya kalau sudah basi alias kadaluwarsa males meresponinnya…..makanya belajarlah ” Kalau ingin dihargai orang/ teman /sahabat atau siapa saja semua itu dari kita duluan ” Kalau kita ingin di hargai berarti kita duluan harus menghargai orang…..gampang bukan ? Selamat koreksi diri aja…….kalau misalnya orang atau teman sudah memberi perhatian…coba deh langsung di responi….pasti dia akan merasa dihargai…..merasa diperhati’in…..pasti akan saling menyenangkan hubungan persahabatan itu……tapi kalau saling cuek ya jangan kaget kalau di cuekin balek……apalagi wanita sebagian besar sensitiv …….maunya minta diperhati’in terus….termasuk saya ..hehehehe…..tapi ndak egois loh…..hahahaha…….”SALING” itu sangat penting…

  4. dewa dirga
    Jan 07, 2012 @ 13:20:02

    terima kasih :)

  5. sarwenang
    Feb 04, 2012 @ 02:38:21

    saya butuh pelajaran bagaimana jadi pemimpin yg bijak, karna kebanyakan pemimpin skrng ego’a tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: