Dibalik Mata Ada Dusta

Haruskah tanganku berhenti menulis

Syair lagu tentang cinta . . .

Haruskah rasa rindu untuk seketika

Sedang tidur masih bermimpi

Mungkin lewat mata kita bisa dusta

Namun dalam hati tidak

Percuma kita arungi laut yang biru

Tapi tak satu perahu

Reff.

Kau disana, dan aku disini, Tak lagi senada

Kau ingin kehulu, Ku ingin ketepian, Tiada mungkin

Detak- detak waktu, Jam dinding berdetak

Bagaikan jantungku, bagaikan jantungmu

Berbeda irama

Getar-getar rinduku, Tak lagi berlagu

Bagaikan hatimu, Bagaikan hatiku

Diam membeku

Broery

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: