BEKERJALAH SELAMA SIANG

ce-nyanyico-main-gitarPengirim : ARON

BEKERJALAH SELAMA SIANG
TUJUAN: USIA HIDUP MANUSIA TIADA DAPAT DIDUGA KEHIDUPAN YANG SINGKAT, BAGAIMANA MEMPERGUNAKANNYA. SUDAHKAH KITA MELAYANI TUHAN, SELAGI DIBERI KESEMPATAN?
NATS: NEHEMIA 1:1-4, 2:17-20

Di kalangan gereja banyak orang yang memiliki pandangan yang salah yaitu mereka menganggap yang namanya pelayan adalah hamba Tuhan, majelis, pengurus komisi atau GSM, kalau kaum awam tidak dikategorikan sebagai pelayan. Sebenarnya setiap orang Kristen mengaku dirinya anak Tuhan adalah seorang pelayan yang mempunyai tugas melayani. Jadi setiap orang yang hidupnya memiliki Kristus harus melayani. Tema yang diberikan kepada saya adalah bekerjalah selama siang. Selama masih ada kesempatan, kita harus mempergunakan waktu kita untuk bekerja bagi Tuhan, melayani Tuhan. Hari ini kita mau belajar bagaimana kita dapat menjadi seorang pelayan Tuhan? KITA AKAN BELAJAR DARI SEORANG TOKOH DI PL YAITU NEHEMIA.
HARUS MEMILIKI HATI YANG PENUH BELAS KASIHAN (1:4)
Siapakah Nehemia? Nehemia dikatakan adalah seorang juru minuman raja Persia yaitu Artahsasta I. Seorang juruminuman raja saat itu tidak dapat di samakan dengan para pelayan saat ini. Seorang juruminuman raja adalah seorang yang merupakan kepercayaan raja dan sangat dekat dengan raja. Sebab mereka memiliki tanggung jawab dalam menjamin keselamatan raja, Oleh karena itu dia harus mencoba minuman raja terlebih dahulu sebelum dia memberikannya kepada raja. Dengan posisi yang demikian maka dapat dikatakan sebenarnya dia sudah memiliki kedudukan yang mapan. Akan tetapi alkitab mencatat dia tetap menanyakan tentang keadaan bangsanya. Ia peduli dengan kondisi orang lain. Ketika ia mengetahui keadaan bangsanya maka ia sangat sedih, bahkan alkitab mencatat dia duduk menangis, dan berkabung serta berpuasa dan berdoa di hadirat Allah semesta langit.
Waktu baca ini , pernahkah kita berpikir bahwa apa sih untungnya Nehemia memperhatikan orang lain? Sebenarnya tidak ada. Namun ia memiliki belas kasihan kepada orang lain yang mengalami kesulitan. Semua karena kasih yang mengerakkan dia untuk mulai terjun didalam melayani orang lain.
Sama seperti yang Paulus katakan di dalam Galatia 5:13, “Saudara-saudara,memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Karena kasih orang bisa melakukan apa saja demi orang yang ia kasihi. Contoh: ada seorang hamba Tuhan orang Batak dan ia jatuh cinta kepada gadis Tionghoa. Kemudian dia apel kerumahnya. Akan tetapi papa gadis ini tidak suka kepadanya. Pertama kali datang, papanya panggil anaknya dan menyuruh pemuda ini pulang. Kedua kali datang juga demikian. Ketiga kalinya: pemuda ini berkata, panggil papamu saya ingin ngomong, saya datang ke sini pakai ongkos, kalau mau papamu ganti ongkos saya. Katanya dia nekad aja sebab dia cinta sama gadis itu. Dia terus berjuang untuk mendapatkan simpati papa pacarnya dan sekarang dia menjadi menantu yang paling di sayang.
Saudara perhatikan tidak ada bensin yang lebih baik untuk mengerakkan seseorang melakukan sesuatu selain kasih. Demikian juga didalam kita melayani, tidak ada bensin yang lebih baik dan memberi semangat didalam kita melayani selain kasih kepada Tuhan dan sesama. Ketika orang-orang Kristen di penuhi dengan kasih Yesus maka mereka akan digerakkan pula oleh kasih Yesus dan hasilnya mereka tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Jadi semakin kita hidup untuk Allah maka kita akan semakin rindu untuk melayani Dia.
Inilah yang di miliki oleh Nehemia, hati yang penuh belas kasihan terhadap bangsanya mengerakkan dia untuk mau menolong mereka. Hati yang penuh belas kasihan timbul ketika ia membuka matanya dan melihat kebutuhan di sekitarnya ia cepat tanggap karena itulah membuat dia rela mengambil resiko didalam pelayanannya terhadap bangsanya.
Resiko dalam pelayanan Nehemia adalah:
-Dia harus meninggalkan kehidupannya yang mapan. Waktu Allah menaruh rencana di dalam hatinya untuk melakukan sesuatu untuk Yerusalem (2:12b). Ada orang mengatakan,”Penyesuaian diri dari kehidupan miskin ke kaya sangat mudah tetapi dari kehidupan kaya ke miskin sangat sulit.” Nehemia yang sudah hidup dalam suasana nyaman karena panggilan pelayanan yang Tuhan berikan kepadanya harus kembali ke dalam kehidupan yang tidak pasti dan ini tidak mudah. Di Yerusalem dia tidak tahu apa yang akan menimpanya. Yang jelas dia pasti tahu akan ada marabahaya yang sewaktu-waktu akan menimpa dia.
-Dia harus mempertaruhkan nyawanya di hadapan raja. Waktu ia meminta izin kepada raja untuk meninggalkan jabatannya sementara, hal ini bisa saja menimbulkan rasa curiga dari raja dan akibatnya ia pasti akan di jatuhi hukuman. Namun ia tetap mempertaruhkan nyawanya demi tugas pelayanan, hal ini semata-mata karena dorongan belas kasihan dia terhadap bangsanya.
ILUSTRASI
Suatu kali ada seorang pria yang sedang berjalan-jalan menyusuri kota dan menemukan seorang pengemis kecil. Pria itu merasa kasihan kemudian mengajak dia ke sebuah restoran dan berkata,”malam ini kamu boleh mengambil apa saja yang kamu inginkan.” Pengemis itu menatap pria itu dengan rasa tidak percaya. kemudian ia bertanya lagi,”maksud tuan,makanan apa saja boleh saya ambil?”. “Ya, kamu boleh mengambil apa saja yang kamu inginkan malam ini.” Pengemis kecil ini kemudian mulai mengambil semua yang ia sukai. Pada saat dia mulai duduk di meja makan dengan meja yang di penuhi banyak makanan kemudian ia menundukkan kepala dan mulai menangis. Pria itu heran dan bertanya,”mengapa kamu tidak makan?” lalu pengemis ini berkata,”tuan,saya tidak mungkin menikmati makanan ini sendirian, sementara saya tahu ada banyak anak sebaya dengan saya yang sedang kelaparan di luar sana. Bolehkah saya membagikan makanan ini buat teman-teman saya yang ada di luar sana?
Saudara ytk, biarlah kita belajar untuk senantiasa mengingat ada banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan pelayanan kita. Orang yang sudah di selamatkan tidak akan duduk diam didalam rumah Tuhan tanpa melakukan sesuatu untuk Tuhan. Hari ini jika kita ingin melayani mulailah dengan melihat di sekitar kita, cepat tanggap akan kebutuhan di sekeliling kita dan milikilah hati yang penuh belas kasihan terhadap sesama sehingga mengerakkan kita untuk melayani Tuhan dan sesama.
HARUS BERBUAT ATAU BERTINDAK (1:17)
Setelah Nehemia mengetahui keadaan bangsanya, yang hidup didalam penderitaan dan penghinaan ia tidak berhenti sampai di situ namun dia mulai bertindak. Ia bertindak bagaimana caranya agar pekerjaan Tuhan itu bisa terlaksana. Alkitab mencatat didalam Nehemia 2: 12, ia bangun pada malam hari untuk menyelidiki keadaan tembok Yerusalem. Kemudian ia baru bertindak. Apa yang Nehemia lakukan? Ia membangun kesatuan di antara bangsa Israel. Nehemia memulai pekerjaan Tuhan dengan mengajak semua bangsa Israel bersatu dalam membangun tembok Yerusalem. Dengan satu keyakinan bahwa betapa murahnya tangan Allah yang menyertai mereka. Kemudian bangsa Israel siap melaksanakan pekerjaan membangun tembok Yerusalem dengan sekuat tenaga.
Apa yang bisa kita lihat dan pelajari di sini. Nehemia tidak hanya memiliki belas kasihan namun ia juga bertindak atau berbuat sesuatu yang bisa ia kerjakan. Dan yang terlebih penting adalah didalam segala tindakannya ia menyertakan Tuhan dan sesama didalam melakukan pekerjaan pelayanan. Ia sadar ia tidak dapat melakukan pekerjaan ini sendirian. Didalam pelayanan kita di dalam gereja, khususnya jalannya ibadah setiap minggu harus ada orang-orang yang bersedia untuk melayani. Tidak cukup hanya memiliki hati yang peduli akan gereja atau beban namun harus ikut terjun ambil bagian didalam pelayanan yang berlangsung. Hari ini kalau kita datang sudah ada penyambut, sudah ada singer, litugos, sound system, pemusik, kolekte dsb, itu karena ada yang mau terlibat didalamnya. Hamba Tuhan dan majelis tidak dapat melaksanakan tugas pelayanan itu sendiri. Kami butuh rekan pelayanan untuk melaksanakannya. Dan siapa yang bisa membantu dan menjadi rekan pelayanan kita? Sudah pasti adalah saudara-saudari yang hadir saat ini. Ketelibatan saudara dalam melayani sangat di butuhkan oleh kami semua.
ILUSTRASI
Suatu kali di tepian kolam renang sedang diadakan suatu pesta menyambut tahun baru. Sementara para tamu sedang asyiknya menikmati hidangan, tiba-tiba dikagetkan bunyi sesuatu,”byuur…” ternyata ada salah seorang ibu terjatuh di kolam renang. Ia berteriak-teriak minta tolong karena ia tidak bisa berenang. Para tamu mulai mendekati tepi kolam namun tampaknya tidak ada seorangpun yang berniat menolongnya. Para tamu saling pandang-pandangan dan mulai berteriak-teriak, dan mencari siapa yang bisa berenang, namun tiba-tiba secara mendadak terdengar bunyi lagi,”Byuur,” yang kedua kalinya. Ternyata ada seorang pemuda dengan pakaian pesta lengkap terjun ke kolam dan menolong ibu ini. Setelah ia naik, semua tamu bertepuk tangan. Akan tetapi wajah pemuda ini kebingungan dan dengan marah ia kemudian bertanya kepada semua tamu yang hadir,”saya ingin tanya siapa yang mendorong saya ke kolam renang tadi?” ternyata ia terpaksa menolong karena ada orang yang mendorong dia ke kolam renang.
Ada kalanya didalam gereja ada orang yang tahu gereja butuh pelayan namun kita hanya menjadi orang yang menunjuk orang lain melayani namun kita sendiri tidak ingin melayani. Kita menjadi orang yang tunggu di dorong orang lain baru mau melayani. Atau ada juga yang terpaksa melayani karena tidak enak sama hamba Tuhan atau majelis dsb. Marilah kita belajar menjadi orang yang bukan hanya memiliki hati peduli terhadap kebutuhan gereja namun menjadi orang yang aktif dan mau berbuat sesuatu bagi Tuhan dan pelayanannya.
HARUS MEMILIKI IMAN YANG TEGUH (4:14,20)
Setelah Nehemia bersama bangsa Israel membangun tembok Yerusalem, semua tidak berjalan dengan aman dan lancar. Ada dua tantangan yang dialami oleh Nehemia didalam pelayanannya.
Tantangan dari dalam.
Apa maksud tantangan dari dalam? Yaitu kebutuhan dana. Mereka hidup dalam keadaan yang serba kekurangan. Meskipun dari pihak raja Arthasasta membantu kayu atau balok-balok pada pintu-pintu gerbang. Tidak hanya itu Nehemia harus menyelesaikan persoalan yang terjadi di antara sesama Israel. Yang kuat dan yang kaya menekan sesama mereka yang miskin. Terhadap saudara-saudaranya sendiri mereka mengambil pajak bahkan jika mereka tidak bisa membayar anak-anak mereka di ambil jadi budak. Hal ini sangat menyusahkan hati Nehemia (Neh 5). Akan tetapi dengan pertolongan Tuhan Nehemia bisa menyelesaikan persoalan diantara sesama mereka.
Tantangan dari luar
Ada pihak-pihak tertentu yang tidak suka dengan apa yang mereka kerjakan. Alkitab mencatat didalam Nehemia 2:19,”ketika Sanbalat, orang Horon dan Tobia, orang Amon , pelayan itu dan Gesyem orang Arab mendengar itu mereka mengolok-olok dan menghina mereka.” Musuh-musuh mereka mengatakan, mana mungkin, mana mungkin mereka bisa mendirikan kembali tembok Yerusalem. Mereka berkata, “sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka.” Kata-kata negatif ini bisa saja melunturkan semangat mereka. Tidak hanya penghinaan yang mereka dapatkan namun sudah menjurus untuk menghabisi nyawa Nehemia. Bahkan pada saat mereka bekerja membangun tembok mereka harus bekerja sambil membawa senjata. Mereka harus siap sedia pada saat mereka di serang. Dan alkitab mencatat bahwa semua yang di rencanakan oleh musuh-musuh Israel baik terhadap Nehemia maupun bangsa Israel telah di gagalkan oleh Allah. Satu hal yang indah di catat oleh Alkitab didalam Nehemia 6:15-16:”maka selesailah tembok itu pada tanggal duapuluh lima bulan Elul dalam waktu 52 hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu di laksanakan dengan bantuan Allah kami.”
Hari ini sama seperti Nehemia, pada saat kita baru mulai melayani Tuhan atau sudah lama melayani Tuhan, mungkin ada banyak tantangan yang kita alami baik dari dalam maupun dari luar yang melemahkan semangat kita dalam melayani Tuhan, membuat kita tawar hati: teman-teman gereja atau lingkungan keluarga kita yang belum percaya. Mereka mungkin berkata, mana mungkin bisa dia melayani. Sekolah hanya tamatan SD atau bahkan ada yang katakan, diakan buta huruf apa yang bisa ia kerjakan bagi pelayanan Tuhan. Melayani tidak hanya harus di atas mimbar, yang kelihatan namun banyak hal-hal yang tidak kelihatan di atas mimbar akan tetapi berharga di mata Tuhan.
Nehemia dalam segala tantangan dia tetap percaya dan melangkah dengan iman yang teguh bahwa Allah yang memulai pekerjaan akan menyempurnakan segala pekerjaan pelayanannya.
Mari kita belajar sama seperti Nehemia, dia tidak menyia-yiakan kesempatan yang Tuhan berikan kepadanya untuk melayani. Tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini, yang tidak memiliki kelemahan namun jika hari ini Tuhan mau memakai kita maka kita harus memulainya dengan memiliki hati yang penuh belas kasihan terhadap pekerjaan Tuhan. Tidak hanya sampai di situ kita juga harus bertindak dan berbuat sesuatu bagi pekerjaan Tuhan kemudian melangkahlah dengan iman yang teguh sebab Tuhan akan menyempurnakan segala pekerjaan yang di mulainya. Melayani bukanlah soal apa yang kita suka dan menjadi beban bagi kita tetapi melayani adalah soal apakah yang Tuhan minta untuk kita kerjakan. Melayani Tuhan bukanlah pilihan tetapi merupakan keharusan bagi setiap orang yang sudah menerima anugerah dari Tuhan.
ILUSTRASI
Seorang ayah menyaksikan anaknya yang masih kecil mencoba menggeser suatu batu besar. Tetapi batu itu tidak bergeming. Anak itu berdiri putus asa. “Sudahkah kamu gunakan seluruh kemampuanmu?” tanya sang ayah. “Ya, sudah.” jawab anak itu. “Sebenarnya belum anakku, ,” jawab sang ayah, “Sesungguhnya kamu belum minta bantuanku.”
Saat kita mengatakan Tuhan aku tidak mampu melakukan pekerjaan pelayanan bagi Tuhan mintalah pertolongan kepadanya, sebab Tuhan tidak akan membiarkan kita melayani Dia sendirian tanpa bantuan tangan-Nya. Bekerjalah selama siang itu berarti: jangan pernah kita melewatkan waktu kita di dunia ini tanpa berbuat sesuatu bagi pekerjaan Tuhan. Hari ini apa yang bisa kita perbuat dan berikan bagi Tuhan?

1 Komentar (+add yours?)

  1. Barbara
    Apr 23, 2012 @ 03:58:22

    Embuh ra werruh karepmu hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: