Cermin : CINTAKU KAH YANG SALAH…??

Pengirim dan Pengarang : Fakha D. Telaumbanua

Malam makin larut, saat jam dinding kamarku berdentang dua kali, aku baru sadar dari memandangi wajahmu sejak tadi sore di monitorku bahwa aku sedang melamun, kanapa engkau tak bicara juga padaku…..??
“ah……kau kenapa Rena……..??” gumamku dalam hati.

hanya ada puntung rokok dan asbak yang saling merindukan disini, tapi kita tak ada. aku tinggal sendiri. ternyata mereka setia daripada kita.
Monitor, meja, buku, springbad, cangkir kopi, terlebih dinding kamar ini hanya diam membisu, tak mampu menjawab aku. Tapi kau malah semakin diam seribu bahasa. “Ada apa Ren….?”

Baru setahun yang lalu kita tunangan untuk memperkuat janji yang pernah engkau katakan dua tahun silam bahwa apapun yang terjadi, langit runtuh seklipun engkau akan tetap disisiku, mendampingiku dalam suka dan duka. “Buktinya…….?”
Malah disana engkau terus mengumbar gosip bahwa lelaki tak mampu dipercaya lagi, semuanya penipu, pembohong, buaya. Bukan kah engkau sendiri macan ?

Dua tahun yang lalu, aku mengenalmu tanpa sengaja. Pesonamu, senyummu, tutur katamu yang lemah lembut dan mengundang iba cerita hidupmu, membuat aku terperangkap dalam cinta gilamu. memang dasar laki-laki kelemahannya selalu pada kecantikan dan kelembutan wanita, termasuk laki-laki seperti aku.

Kita berkenalan dan berwujud pacaran. Aku mencintaimu, namun aku tak tau bahwa kasih sayang yang engkau tunjukkan adalah tulus dan suci, meski pada akhirnya terjawab.
Aku tak pernah membuat engkau menangis tanpa sebab, dan jikapun kau menangis, aku selalu menghapus air matamu. Aku selalu berupaya untuk membahagiakan engkau dan memmbuat engkau tak kekurangan apapun. Seluruh cinta dan kepunyaanku hanya untukmu,karna aku fikir engkaulah yang layak untuk kumiliki dan memndampingi aku. Semuanya hanya untukmu.

Waktu terus berlalu, kedua belah pihak keluarga kita merestui pertunangan kita saat itu, betapa bahagianya aku bahwa tak akan ada lagi yang merebut engkau dari genggamanku dan dari hatiku. Cincin emas kulingkarkan di jemarimu didepan orang tua kita, kita makan bersama, tinggal menunggu Pelamina sesuai dengan kesepakatan kita semua menunggu kita selesai kuliah.

” Dek, menunggu adek selesai juga, abang pingin melanjut lagi strata dua, tapi bukan disini, aku harap engkau bisa menjaga diri di sini. Aku minta padamu, sampai kapanpun posisi Pangeran jangan engkau gantikan dengan pengembara manapun, tunggu aku disini”

“Abang juga, aku pasti tak tau apa yang akan terjadi disana, namun hanya satu pintaku, posisi permaisuri jangan sempat abang ganti dengan selir”

Kita berpelukkan di pintu masuk bandara saat aku berangkat ke Jakarta dan kau tinggal di Medan. enam Bulan lagi engkau selesai, aku mungkin setahun setengah, namun kurasa itu bukan masalah seperti yang pernah kita sepakati sebelumnya.

Jakarta, disanalah aku tanpa siapa- siapa, aku masih memegang janji suci kita, ketika Gong pernikahan mengaung dirumahmu. Seorang anak petinggi Negri melamar mu saat engkau kembali kekampungmu. Polisi itu juga ternyata itulah pendampingmu saat Wisuda karna saat itu aku sedang ujian di Jakarata. tapi kenapa aku baru dengar bahwa dia adalah yang pertama dalam hidupmu, sedang aku adalah selingkuhan? Kenapa tidak dari dulu kau mengatakannya padaku? kenapa engakau menyuruhku Tunangan di kampungmu? Tega dirumu Ren. ….!

TApi, kenap kau diam tak menjawab semuanya………..??? Sayakah yang salah mencintaimu atau engkau yang telah berkhianat….??? Siapa yang mampu menjawab?

Oleh : Fakha D. Telaumbanua

6 Komentar (+add yours?)

  1. Lena Lase
    Jan 17, 2010 @ 00:43:45

    Hallo Fakha thanks ya kiriman artikelnya……saya rasa dua2nya tidak salah…..itu namanya bukan jodoh…..jodoh kan di tangan Tuhan…..walau keduanya saling mencintai tapi kalau Tuhan tak berkehendak kita mau bilang apa coba…

    Pupuk terus talenmu ini ya Fakha…sukses untukmu…

    salam
    L.L

  2. Novi
    Jan 22, 2010 @ 22:02:08

    tidak selalu salahnya wanita,kadang kemauan ortu yang begitu,mungkin krn mlihat posisi,jabatan,atau harta dipihak pria,walau sbenarnya si wanita mencintai pria idamannya.

  3. Lena Lase
    Jan 23, 2010 @ 09:49:08

    lam kenal Novi…iya sih klo dipikir pikir tidak selalu salahnya wanita, mungkin ada penghalang lain yang membuat cinta mereka tidak bisa bersatu…..

  4. Fakha Telaumbanua
    Jan 27, 2010 @ 18:42:31

    Sepakat dengan Novi dan kak Lena, tentunya wanita juga harus mengakui bahwa semua lelaki tak pernah sama.
    Dan keduanya adalah memang benar…. hanya, CINTA itu apa………? Jika ia berakhir demikian…..? Berikan jawaban menurut fersi anda semua dan Nantikan jawabannya dari artikel berikutnya…………..

  5. Lena Lase
    Jan 27, 2010 @ 22:54:30

    menurut saya cinta itu karunia Tuhan yang datang tanpa di undang dan pergi tanpa diusir….kalau toh cinta itu berakhir seperti cerita diatas penyebabnya belum tentu di pihak wanita…..tau kan wanita adalah kaum yang lemah….mungkin cintanya hanya untuk sang pujaan hati tapi apalah dayanya bila ortu mengharap sang putri harus menikah dengan pilihan ortunya di kampung…jadi jangan cepat mengambil kesimpulan kalau wanita tsb pengkhianat cinta tanpa bukti sebelumnya…….oh Dek Fakha ini ada kelanjutannya ya ?….kami tunggu ya…… 🙂

  6. Sandra
    Mar 17, 2010 @ 09:17:54

    xixixi……jd teringat ma mslhq dulu wkt dipinang ma micua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: