SEJENAK MERENUNGI ARTI SEBUAH KEHIDUPAN

Pengirim dan penulis : FAKHA TELAUMBANUA

Bapak/ Ibu/ Saudara/i terimalah salam damai dari saya: DAMAI SEJAHTERA DI BUMI SEPERTI DI SURGA………….!
Pernakah Bapak/ Ibu/ Saudara/i bertanya pada diri sendriri , pada orang lain, pada malam, pada bintang, pada matahari, bahkan pada rumput yang bergoyang, APA ARTI SEBUAH KEHIDUPAN………………..??????
Ketika kita belum mampu memahami dan mengartikan hidup dan kehidupan , maka apa yang terjadi….? Kita akan berbuat sesuka hati kita. Akibatnya, terjadilah segala sesuatu perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak yang Mahakuasa
Akhir-akhir ini, dunia semakin berantakan, Manusia semakin kehilangan Religi, dan krisis moral semakin menjadi-jadi. “Hidup hanya sekali, nikmatilah………….!” Demikian anggapan banyak orang dalam memahami kehidupannya, sehingga dalam mencapai segalanya,menghalalkan segala cara, aji mumpung ada kesempatan.
Kesempatan yang persis sama pada waktu dan tempat yang sama pula memang tidak datang dua kali, namun semua kesempatan itu tidaklah harus kita manfaatkan, apalagi dalam hal2 yang tidak sesuai dengan kehendak Yang Maha kuasa. Hidup berarti bernafas, bergerak, apa adanya. kehidupan itu apa…….?

Sebuah tabir yang sebenarnya kita tau bersama, tapi kita tak pernah mau menyikapinya ialah bahwa kehidupan itu punya fase yang teratur sedemikian rupa.
Fase pertama ialah kehidupan di alam rahim. Ketika sel sperma menyatu membuahi sel telur dan membentuk Zigot, ketika itulah telah ada sebuah kehidupan yang abadi dan tak pernah lenyap selamanya. disana, adalah awal dari sebuah perjalanan pada fase berikutnya. Setiap zigot yang akan terus menjadi embrio, bayi, akan memasuki fase yang kedua yaitu Alam dunia. Ada yang terlahir langsung menemui alam ketiga, Alam kubur, dan ada juga yang akan menghirup udara atau Nafas hidup duniawi.
Ketika sang bayi yang menembus pintu kelahiran dan lahir hidup, pasti akan menangis dengan lantang, kenapa……….? karna ketika ia melihat sekelilingnya ia sedih dan berkata: “alangkah aku telah masuk pada alam dunia yang penuh dengan dosa.” Namun penyesalan tak ada artinya karna ia harus hidup dan belum mampu berbuat apa2 selain menangis.
Fase kedua adalah alam dunia. Setelah kita masuk kealam dunia dan terus hidup bernafas, kita mulai dihantui dengan cita2. cita cita yang semula ialah bagaimana saya bisa bicara, bagai mana saya dapat berjalan, bagaimana saya dapat makan tanpa disuapin, bagaimana saya seperti orang2 disekeliling saya.
Seiring dengan perkembangan waktu, kita melihat sekeliling kita sampai jauh, maka cita2pun datang silih berganti keinginan itu. kita mulai berpikir dan bercita2 untuk memiliki dan memiliki, menjadi dan menjadi, bahkan kita akan bercita2 menjadi penguasa alam semesta. Tak jarang, demi mencapai cita2, kita menghalalkan segala cara tanpa mempedulikan Dosa. kita akan melakukan hal2 seperti mencuri, merampok, korupsi, memfitnah, membunuh, menjual diri, berkhianat, main judi, menjual narkoba, menipu, dan segala hal yang tidak sesuai dengan kehendak Yang Mahakuasa. Padahal ada ayat mengatakan: janganlah memikirkan hanya apa yang engkau butuhkan, melainkan pikirkan jugalah apa keperluan/ kebutuhan orang lain. tapi kita malah melupakan itu, dan beralih pada moral kehewanan, biadap…!!

Dan ketika kita gagal atau mendapatkan keberhasilan yang tertunda dalam meraih cita2, kita akan stress, dan melarikan diri dari aturan, tak mau menerima kenyataan. sering kita berlari pada alkohol, narkoba, prostitusi, dan lain sebagainya, bahkan jika kita kalah dalam persaingan, kita akan mencari jalan keluar yang tidak sesuai untuk menjatuhkan saingan kita, seperti mengguna-gunai, meracuni, memfitnah, mengadu domba dan lain2. kita tak pernah bersaing sehat, contohnya kita tanyakan cara dia yang baik itu dan jika berbagi pengalaman terus bergandengan tangan. Coba kita pikirkan, seandainya saingan kita itu yang mamang benar2 berpotensi dalam segi itu kita lenyapkan, maka berkuranglah orang yang berpotensi dalam lingkungan kita, dan kita kembali pada nol, sehingga kita selalu terbelakang.
Harusnya kita juga harus berpikir, seandainya seluruh alam semesta ini jadi milik kita, kitalah satu2nya didunia ini, lalu, Untuk apa semua itu, toh… ketika kita menuju pada alam ketiga yaitu alam kubur, tinggal selembar kafan, sebuah peti mayat, satu kali dua meter tanah disitulah kita istrahat selamanya menunggu penghakiman. IngaT: “KETIKA KITA LAHIR, SEHELAI BENANGPUN TAK PERNAH KITA BAWA”, kita terlahir hanya membawa Roh, darah dan daging yang putih bagai teratai, dan ketika kita kembali pada Sang Khalikpun harusnya putih seperti salju.

Kalaulah begitu, hidup didunia ini hanyalah sebuah pengembaraan sementara saja untuk mempersiapkan tempat dimana kita hendak hidup kekal di Akhirat. Waktu terus berjalan, dan kita tak tau kapan ajal menjemput kita, karna itu, selagi ada kesempatan, berbuat baiklah senantiasa, agar hidup kekal di surga. Jangan pernah beranggapan bahwa masih ada kesempatan untuk bertobat, tapi hendaklah kita merasa seakan nanti kita akan mati, sehingga kita selalu hati2 dalam setiap langkah kita.
Fase ketiga ialah alam kubur. Setelah lelah berperang memerangi dua hal yang ada dalam pribadi kita, yaitu baik dan buruk, kita akan memasuki pintu kematian menuju alam peristirahatan, dimana disana tak lagi ada waktu buat kita sekedar untuk bertobat. Disana kita hanya terlelep dengan tenang menunggu penghakiman.
Fase keempet adalah alam akhirat. Disana ada dua tempat yang telah dipersiapkan yaitu surga dan neraka. Setelah tiba saatnya, Sang Pencipta menghakimi manusia yang hidup dan yang mati, maka ditentukanlah tempat hidup abadi bagi kita masing2. jika selama kita berada di alam dunia kita berbuat baik, maka kita abadi di surga. sebaliknya, jika semasa kita di alam dunia penuh dengan perbuatan jahat, maka abadilah kita di neraka.
Oleh sebab itu, Bapak / Ibu/ Sqaudara/i ketahuilah bahwa kehidupan itu tidak hanya di dunia dan tidak hanya sekali, tetapi kehidupan itu adalah apa adanya abadi.
Kehidupan adalah perjalanan tanpa henti sejak kita ada untuk ada abadi. Hidup di dunia adalah pengembaraan sementara yang penuh dengan perjuangan melawan hitam dan putih, baik atau buruk, untuk mencapai suatu kemenangan dan mendapatkan piala abadi antara surga atau neraka. Berbuat baiklah senatiasa, seakan kita akan mati nanti.
Akhir kata, hendaklah setiap manusia mampu merenungi dan memahami makna dari sebuah kehidupan. Selama ada di dunia, hindarilah keserakahan, kesombongan, dendam, kejahatan, penghianatan, tapi ukir dan dirikanlah kejujuran, ketulusan, kesetiaan, kerendahan hati, tolong menolong, dan mengucap syukurlah dalam segala hal.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dihati Bapak/ Ibu? Saudara/i, terlebih di hati Tuhan. Amin

B E R S A M B U N G

4 Komentar (+add yours?)

  1. Ronald
    Feb 03, 2010 @ 11:48:43

    hdp adalah hdp,jlnkan khdpan sewajarnya sprti apa yg Tuhan khendaki

  2. Lena Lase
    Feb 03, 2010 @ 16:47:50

    Bagaimana supaya Hidup itu hidup…..? Tergantung manusia itu sendiri gimana menjalankan hidupnya…

  3. Trackback: SEJENAK MERENUNGI ARTI SEBUAH KEHIDUPAN » Artikel Arunals
  4. septrimapaung
    Nov 17, 2011 @ 16:55:28

    Butuh usaaha kemauan yang tinggi agar hidup kta bsa sesuai dengan kehendak Tuhan,,
    #nice.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: