KETIKA TAK LAGI ADA SENYUM DI BIBIRMU DAN TAK ADA PERSAHABATAN PADA NADA SUARAMU, KENAPA……………..??????

Pengirim : FAKHA TELAUMBANUA

Pernakah anda membayangkan seseorang yang selama ini anda kenal bagaikan dewa, yang selalu membuka jalan, memberi semangat, menguatkan, tulus bagaikan mentari dan suci bagaikan merpati tanpa peduli entah pada siapapun ia memberikan ketulusan itu, ia tak pernah menghitung berapa waktu yang telah terbuang dan tenaga yang telah terkuras, hanya untuk bisa tampil seperti malaikat, tiba- tiba saja berubah menjadi singa betina yang begitu tidak bersahabat dan garang………..??

Percaya atau tidak, hal seperti ini sering kita temukan dalam kehidupan kita.

Suatu ketika, saya bertemu dengan seseorang sosok yang tiba-tiba begitu saya kagumi dan saya banggakan.
Tutur katanya yang begitu lembut bersahabat, senyum selalu menghiasi bibirnya, ia berbicara bagaikan dewa dan bertingkah seperti malaikat. ketika itu ia berada pada tingkatan langit yang berstatus lumayan.

aku tau bahwa ia akan mewujudkan impiannya menuju langit ketujuh, tapi dari tutur katanya yang begitu membuat siapapun terobsesi dan terkuatkan, saya tak yakin bahwa semua ini ia lakukan hanya untuk mewujudkan mimpi itu, tapi lebih kepada sebuah ketulusan.

Ketika waktu yang tak bisa dihentikan terus berjalan, waktupun menjawab bahwa ia tak mungkin mencapai mimpi itu .

Selang beberapa waktu kemudian setelah zona angker itu terlewati, aku kembali ketemu dengan sang dewa yang pernah kufaforitkan itu. di bibirnya tak lagi kudapati senyuman seperti biasanya, nada suaranya begitu tidak bersahabat, sorot matanya bagaikan singa betina yang siap menerkam.
aku tak perlu heran saat itu, karna akupun tau kenapa. tapi salah siapa kawan………? bisikku dalam hati.

Batinku juga berkata, harusnya dia tak perlu berubah seperti itu, karna, bukankah dulu ia selau melangkah dengan ketulusan, ataukah ketulusan itu hanya sandiwara belaka untuk merebut simpati setiap insan….??

Singkat cerita, ketika senyum damai itu dan tutur kata lembut penuh persahabatan itu tidak mempunyai jiwa seperti mentari dan merpati, dalam arti bukan didasari dan diperbuat dengan ketulusan, maka senym dan rasa bersahabat itu pada akhirnya panas bagaikan bara api, tajam bagaikan mata tombak dan pahit melebihi empedu.

semoga aku tak pernah menjadi seorang yang mengubah senyuman damai menjadi sorot mata singa betina liar.

Terimakasih telah membaca artikel ini, untuk dipahami, renungkanlah lebih dalam lagi.

Penulis:
Fa’ahakho Dodo Telaumbanua ( FAKHA )
Ketua Umum DPP LSM FORMAPPNIS, Jurnalist

9 Komentar (+add yours?)

  1. yanti
    Jan 25, 2010 @ 21:21:59

    ya…………..begitulah kehidupan kita sayangku….terkadang diri sendiri tak akan pernah mau mengerti, kalaupun setiap hati kecil kita selalu berkata akan kebenaran, namun muka kita seakan2 menelan kebenaran tersebut demi teraihnya cita2 yg busuk……….payah dech….iya..kan Non….kepada manusia bertobatlah pd TUHAN moe…..kita ini hanyalah bagian yg kecil dari pada NYA(TUHAN). Salam sayang.

  2. Lena Lase
    Jan 26, 2010 @ 09:39:15

    Hi Yanti pa khabar….senang membaca komentmu…..memang tak jarang kita menghadapi orang macam diatas….dan saya senang adek Fakha menulis dan mengirim artikel itu…

    itulah kehidupan…yang bercampur baur dengan segala karakter….ada yang jujur, ada yang tulus dan ada yang munafik…tapi tak mungkin kan kita mengajarin orang jangan begitu atau kita diajarin orang jangan begini….semua kembali pada diri kita masing2 bagaimana membawa diri dan bagaimana menghadapi orang seperti itu….tapi kalau kita punya feeling yang kuat kita bisa langsung merasa apakah orang itu (artikel diatas) aslinya atau hanya berpura pura, dari awal cerita sampe akhir cerita itu kan ketahuan belangnya dari sifat aslinya…..makanya hati hati menghadapi orang apalagi bila orang2 seperti itu “beraction” hanya karena ada misi tertentu……..tapi yaaaaaaaa tidak ada manusia yang sempurna termasuk diri ini hehehe……jadi kesimpulannya kita tidak bisa mengharap orang lain seperti apa yang selalu kita harapkan…….

    ok Yan salam untukmu dan cubit gemas pipinya Vanesa ya mmmmm
    anakmu itu cantik dan lucu sekali….iihhhh menggemaskan deh pokoknya…

  3. Fakha Telaumbanua
    Jan 27, 2010 @ 18:37:42

    Met pagi kaka Lena……
    Makasih ya kak dah muat tulisan saya yang ini di blog kakak.

  4. Netty
    Jan 28, 2010 @ 02:50:34

    Smoga aku tidak termasuk kategori itu ya…….^^

  5. Sony
    Jan 28, 2010 @ 09:46:59

    persahabatan yg pernah q alami,dia bershbat hy krn ada maunya,namun ketika aq tdk bisa mnolongnya dia menjauhi q, tak prnah ada lg senyum itu,apakah itu yg dinmkan shbt ?

  6. Lena Lase
    Jan 29, 2010 @ 11:02:02

    @ Sama2 ma kasih ya Dek Fakha..

    @ Iya Netty…Lena yakin kamu tidak termasuk kategori itu…tapi apa dong kategorimu …

    @Sony …hal seperti itu ndak heran lagi deh….tapi sayang sekali ya nilai persahabatn hanya diukur sampe disitu, padahal tidak selalu yang namanya sahabat harus bisa membantu….ya saling mengertilah paling enak…wes ngono..wae

  7. Netty
    Feb 01, 2010 @ 02:19:11

    Aku mungkin termasuk kategori ygngak bisa hidup tanpa temen…^^Tp memang zaman skrg,temen kadang2 mau bertemen dng kita krn ada udang di blk perkedel heheheeee….alias ngak tulus.

  8. Lena Lase
    Feb 01, 2010 @ 23:00:34

    Hahahahaha…ada udang di balik perkedel….nyam nyam…enak sekali…..tapi memang iya Net….lena juga sering menemui yang model begituan…..kalau ada maunya kita dimanisin…giliran kita tidak bisa bantu kita dijauhin….ah dasaaaar…..hehehe tapi tidak jarang juga saya menemui teman2 yang selalu setia pada kita dalam kondisi apapun…

  9. Ronald
    Feb 03, 2010 @ 11:45:12

    Temen q busyet,deketin gue hanya ad maunye,itu ga tulus cr bteman,yg normal2 aje d,ttep senyum walau tmen ga bs bk jln

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: