ORANG FARISI DAN ORANG SADUKI

Sumber :Sarapan Pagi Biblika
Golongan Farisi memusatkan perhatian pada pengendalian masalah agama, bukan politik. Perhatian dan kegemaran mereka yang terutama adalah menjalankan Hukum Taurat (tentu saja termasuk sebagai tradisi) secara rinci dan cermat.Dilihat dari standard tersebut, Golongan Farisi adalah gambaran yang khas dari orang-orang Yahudi (baca, Filipi 3 :5-6). Untuk itu mereka menjaga jarak sejauh mungkin dengan orang-orang lain, mereka tidak boleh makan bersama orang yang bukan Farisi, salah satunya khawatir kalau-kalau sepersepuluh dari makanan itu belum dipersembahkan kepada Tuhan.

Dengan demikian, mungkin sikap ‘memisahkan diri’ ini pada akhirnya membuat mereka cenderung memandang rendah orang-orang yang bukan Farisi. Sikap menganggap diri ‘lebih suci daripada orang lain’ itu telah menyebabkan nama mereka sekarang ini menjadi bahan cemoohan. Keangkuhan ini, ditambah lagi dengan legalisme yang kaku dan lebih mengutamakan ketaatan kepada upacara keagamaan daripada kasih dan belas-kasihan, menyebabkan mereka terlibat dalam konflik dengan Tuhan Yesus Kristus, bukanlah karena sikap mereka yang ortodoks, melainkan akibat sikap angkuh dan tidak menunjukkan kasih.

Biasanya jumlah orang Farisi tidak banyak, tetapi pengaruh mereka besar sekali. Orang Farisilah yang menentukan batasan-batasan bagi perkembangan Yudaisme setelah kehancuran Yerusalem tahun 70 M. Mereka terus-menerus memecahkan kesalehan pribadi dan standard etika yang ketat, juga legalisme yang kaku. Mereka dihormati, walaupun mungkin tidak disukai oleh orang-orang Yahudi lainnya.

Orang Saduki merupakan golongan atau partai utama lainnya pada zaman Tuhan Yesus, meskipun waktu itu pengaruh mereka sudah mulai berkurang. Umumnya mereka terdiri dari pemilik tanah yang kaya-raya, yang pada mulanya berhasil mendapatkan kedudukan yang mnonjol karena melakukan manipulasi secara licik dengan memanfaatkan keadaan politik.

Dalam Sanhedrin (dewan tertinggi orang Yahudi/ Mahkamah Agama) mereka masih menduduki tempat yang kira-kira setara dengan orang Farisi (Kisah 23:6-10). Banyak diantara imam-imam kepala adalah orang-orang Saduki, atau orang-orang yang erat bekerja sama dengan mereka. Dalam soal agama, sikap mereka konservatif, sehingga tidak mau menerima wahyu lain, hanya 5 Kitab Musa saja (Pentateukh). Dengan demikian mereka menolak gagasan-gagasan agama yang lebih baru, seperti keyakinan tentang hidup kekal, kebangkitan, malaikat, setan/ roh jahat, yang diakui oleh orang Farisi

1 Komentar (+add yours?)

  1. Agus
    Sep 14, 2011 @ 13:48:39

    😡

    thanks bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: