Mengenang Masa Lalu Bagus Untuk Kesehatan

Oleh: Harjanto Daniel Juli

Bernostalgia selama ini dianggap sebagian orang buang-buang waktu belaka. Romantisme masa lalu menjebak kita untuk tidak maju, bahkan orang munafik menganggap masa lalunya adalah sampah karena merasa di kecewakan. Tapi penelitian psikologi mutakhir menunjukkan bahwa mengenang masa lalu bisa mengatasi rasa kesepian dan menimbulkan rasa senang. Secara kesehatan, itu positif.

Jurnal Psychological Science pada Oktober tahun lalu mempublikasikan hasil penelitian Dr. Gao Dingguo psikolog pada Sun Yat Sen University di Guangzhou Cina. Ia membuat empat eksprimen dari sekumpulan orang dengan aneka tingkat usia dan tingkat social ekonomi, menanyakan kepada mereka masalah-masalah yang berhubungan dengan nostalgia merasa kesepian, hubungan sosial. Setiap eksperimen menunjukkan bahwa rasa kesepian membuat orang kekurangan dukungan dari lingkungan, tapi menaikkan rasa nostalgia. Sebaliknya nostalgia justru berperan besar terhadap naiknya rasa didukung lingkungan “Orang merasa ada ikatan dengan masa lalu atau asal-usulnya, meski kenyataanya sekarang ia sendirian atau kesepian”, kata Dr. Gao.

Kesimpulan Dr. Gao mematahkan anggapan bahwa perasaan nostalgic berhubungan dengan keadaan emosi yang tidak sehat.
Dari AS, riset Dr. Gao mendapat dukungan Krystine Batcho, professor psikogi pada Le Moyne College di Syracose, New York, juga mengoreksi pandangan sinis akan harmoni masa lalu itu.
“Bernostalgia seperti melihat kaca spion mobil. Apakah saya masih punya nilai dan prioritas yang dulu pernah saya miliki? Itu akan memberi kekuatan agar kita tetap stabil menghadapi perubahan.” Kata Dr. Batcho.

“Nostalgia juga membantu orang punya perasaan sosial. Bahkan Dr. Gao menambahkan nostalgia memiliki fungsi terapeutik, menyembuhkan. ”Tambah perempuan yang juga ahli peneliti utama bidang emosi itu. “Anda merasakan hubungan sosial. Kalaupun di suatu liburan Anda tidak bisa pulang ke kampung halaman, paling tidak Anda punya impian untuk pulang. Itu sehat secara pikiran.”

Kini eksperimen makin diarahkan pada manfaat kenangan masa lalu untuk membantu ketika orang mengalami kesulitan emosi. Lebih dari itu, Dr. Gao juga menargetkan ketemunya solusi bagi rasa kesepian orang-orang seperti mahasiswa baru di perantauan,, tentara, dan pegawai yang bekerja dalam kesendirian, atau bahkan kaum lansia di rumah jompo. TST/SL (mindbody&soul)

Salam sejahtera
-HDJ-

4 Komentar (+add yours?)

  1. Lena Lase
    Okt 07, 2011 @ 08:22:14

    Berarti orang selama ini salah kaprah…..hehehe…….

  2. Sandy
    Okt 10, 2011 @ 22:18:44

    ✿◕‿◕✿ Klo gitu gua mau mengenang masa lalu lagi❀◕‿◕❀ thanks ya mbak sudah di share❁◕‿◕❁Artikelnya muantapppp polll ✾◕‿◕✾

    ٩(●̮̮̃•̃)۶>>>

  3. Lena Lase
    Okt 20, 2011 @ 15:20:06

    Sandy >> Selamat mengenang masa lalu asal jangan keblabasan ya…hehe….

  4. Juliana nicolebu
    Jul 01, 2013 @ 06:40:47

    kereeen abis, thanks ya ternyata kenangan “tempo doloe” itu ga blh dilupkn. selamat bernostalgia!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: